
Harga minyak menguat di perdagangan Asia pada hari Rabu(23/7), didorong oleh optimisme atas kesepakatan dagang baru AS-Jepang dan didukung lebih lanjut oleh data yang menunjukkan penurunan stok minyak mentah AS.
Per pukul 22:07 ET (02:07 GMT), minyak mentah berjangka Brent yang berakhir pada bulan September naik 0,4% menjadi $68,84 per barel, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0,3% menjadi $65,50 per barel.
Harga minyak turun berturut-turut dalam tiga sesi terakhir di tengah konflik dagang AS-Uni Eropa, dan meningkatnya kekhawatiran seputar batas waktu tarif Presiden Donald Trump pada 1 Agustus.
Kesepakatan dagang Jepang meningkatkan prospek pertumbuhan global
Presiden Trump mengumumkan pada hari Selasa bahwa Washington dan Tokyo telah mencapai kesepakatan perdagangan yang luas yang mencakup tarif 15% untuk semua barang impor Jepang, turun dari usulan sebelumnya sebesar 25%.
AS mengamankan investasi besar-besaran dari Jepang senilai $550 miliar dalam perekonomian AS melalui kesepakatan tersebut.
Perjanjian ini membuka pasar Jepang untuk ekspor AS, termasuk otomotif, produk pertanian, dan produk energi, yang memperkuat sentimen positif seputar perdagangan global dan pertumbuhan permintaan.
Kesepakatan ini merupakan yang paling signifikan dari serangkaian kesepakatan perdagangan yang dinegosiasikan oleh Gedung Putih menjelang tenggat waktu 1 Agustus, ketika pungutan yang lebih tinggi terhadap mitra dagang utama akan mulai berlaku.
Investor minyak memandang kemajuan ini sebagai katalisator untuk peningkatan aktivitas ekonomi, yang biasanya mendukung permintaan minyak mentah yang lebih tinggi.
Stok minyak mentah AS turun setelah kenaikan signifikan - API
Menambah berita perdagangan yang optimis, American Petroleum Institute melaporkan penurunan mengejutkan sebesar 577.000 barel dalam persediaan minyak mentah AS untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli, membalikkan peningkatan pekan sebelumnya sebesar 19,1 juta barel.
Penurunan ini menandakan kemungkinan rebound dalam permintaan bahan bakar selama puncak musim perjalanan musim panas. Stok bensin turun 1,2 juta barel, sementara stok distilat”kelas bahan bakar yang mencakup solar dan minyak pemanas”meningkat sekitar 3,48 juta barel.
"Ini akan sedikit meringankan pasar distilat menengah, yang tampaknya semakin ketat," ujar analis ING dalam sebuah catatan.
Data resmi dari Badan Informasi Energi AS (EIA) akan dirilis pada hari Rabu, dengan pasar mencermati konfirmasinya. (azf)
Sumber: Investing.com
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...
Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...
Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...
Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...
Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...